header photo

Desa Sidoharjo

Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo

|
  • English
  • |
  • Bahasa Indonesia  
  • |
  • PARTISIPASI ANGKATAN MUDA KURANG; Kendala Pembangunan Kelurahan Sidoharjo

    Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

    SAMIGALUH (KR) - Kurangnya tingkat partisipasi angkatan muda, membuat laju pembangunan di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh terkendala. Hal itu terjadi karena sebagian besar pemuda di desa itu lebih memilih merantau keluar desa selepas SMA. Dampaknya, kader pembangunan di desa itu didominasi oleh kalangan tua.
    Hal itu diakui kepala Desa Sidoharjo, Budi Hutomo Putro. Menurutnya, problematika yang dihadapi Desa Sidoharjo saat ini adalah kurangnya jumlah partisipasi angkatan muda. Budi mengatakan 80 persen lulusan SMA di desa itu lebih cenderung memilih merantau dan mencari pekerjaan di luar desa.   
    Kebanyakan pemuda ini lebih tertarik mencari mata pencaharian di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bogor. Selain itu mereka juga banyak yang mencari peruntungan di luar negeri seperti Malaysia. Dijelaskan, meski lahan pertanian yang terdapat di desa masih banyak, namun para generasi muda terkesan enggan memilih profesi sebagai petani.
    ”Padahal jika mereka memiliki ilmu, mereka tidak perlu harus mencangkul di sawah, namun bisa menggunakan ilmu mereka untuk mengelola sawah ini menjadi lebih produktif,” kata Budi.
    Dampaknya, kader pembangunan di desa itu banyak didominasi oleh warga yang sudah menginjak usia senja. ”Meski ada Karang taruna di desa ini, tapi kebanyakan vakumnya. Mulai tahun 2007 kemarin sudah ada upaya untuk memulai kembali kegiatan di karang taruna, namun hanya sekadar pembentukan program kerja saja. Realisasinya tidak ada,” kata Budi.
    Untuk itu, pihak desa melalui Forum Peduli Pendidikan Sidoharjo atau FPPS berusaha meningkatkan SDM di kelurahan Sidoharjo dengan menggalakkan pengembangan pendidikan di desa itu. Di antaranya dengan menyerahkan sejumlah piala dan piagam bagi siswa berprestasi di desa tersebut.
    Menurut Budi, tahun ini piala dan piagam siswa berprestasi itu diserahkan pada total 92 anak berprestasi dari tingkat TK hingga SMP yang terdapat di Desa Sidoharjo.  
     ”Dengan penyerahan piala ini, diharapkan anak-anak ini memiliki keinginan untuk membangun desa mereka kembali,” kata Budi.
        Selain itu, pihak desa melalui FPPS juga memberikan intensif pada sekolah yang mendapat akreditasi untuk memacu peningkatan pendidikan di desa itu. Tahun ini, terdapat tiga sekolahan yang mendapat intensif itu, yakni TK ABA Munggang Wetan, SD Madigondo Wetan, dan MTsN Sidoharjo, yang masing-masing mendapat dana sebesar Rp 500.000.
        Secara keseluruhan untuk meningkatkan SDM di desa Sidoharjo, pihak desa telah menganggarkan dana sebesar Rp 22.750.000 untuk pengembangan pendidikan dari anggaran pendapatan dan belanja desa alias APBDes.
           Forum Peduli Pendidikan Sidoharjo, lanjut Budi, merupakan forum yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian pada peningkatan pendidikan di Desa Sidoharjo, seperti guru dan tokoh-tokoh masyarakat. ”Koordinasi forum ini langsung dipegang oleh Kepala bagian kemasyarakatan desa Sidoharjo,” kata Budi.
           FPPS ke depannya juga akan menerapkan pemberlakuan jam belajar di kalangan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan diantaranya melakukan sosialisasi di tingkat pedukuhan mengenai jam belajar yang dimulai dari pukul 19.00-21.00 WIB. ”Untuk mewujudkan hal itu, dalam waktu dekat akan dibuat stiker yang berisi pesan matikan TV di saat jam belajardan dampingi anak-anak saat belajar,” ujar Budi. (*-10/Ben)-d

    05/09/2008 09:02:48



    Related Articles



    0 Comments

      1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next » | »»»
      Your Name :
      Your Email :
      Website :
      Message :
      Security Code : Security Code
      Type Code :
         

      Links Partner

      Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

      DPRD Kabupaten Kulon Progo

      Forum Binangun

      Wisata Alam Kalibiru