header photo

Desa Sidoharjo

Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo

|
  • English
  • |
  • Bahasa Indonesia  
  • |
  • Hama Kera Ekor Panjang

    Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

    PEMKAB KEWALAHAN ATASI KERA EKOR PANJANG

    (HARIAN JOGJA;22 JANUARI 2009)

    SAMIGALUH: Kera ekor panjang masih terus menyerang lahan pertanian milik warga di Samigaluh. Berbagai upaya untuk penanganannya belum menunjukkan hasil.

    “Masih banyak sekali yang menyerang, mungkin populasinya sampai ribuan,” ucap Kepala Desa Sidoharjo, Budi Hutomo Putro, Rabu (21/1).

    Dia menuturkan warganya sangat terganggu dengan kehadiran kera ekor panjang. Primata itu merusak tanaman warga yang biasanya sudah hampir panen.

    Mayoritas yang sedang ditanam warga saat itu adalah jagung, dan beragam jenis palawija lainnya. Paling tidak lahan di 7 pedukuhan dengan luas sekitar 70 hektare, kata Budi, diserang, entah dirusak atau dimakan, oleh primata itu. Budi menuturkan serangan itu dimulai sejak sekitar 1990-an, dan secara terus menerus hingga sekarang. Puncak serangan biasanya pada musim kemarau. Penanganan yang pernah dilakukan dahulu oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam adalah dengan mendatangkan Suku Baduy, tapi tidak menunjukkan hasil berarti.

    Penanganan terakhir, beberapa tahun lalu, Pemkab membebaskan lahan kas desa sekitar 5 hektare yang kemudian ditanami berbagai macam tanaman untuk pakan kera itu, dengan harapan tidak mengganggu lahan warga. Tapi, itu juga belum menunjukkan hasil. Kera itu masih kerap mengganggu lahan pertanian penduduk.

    Budi mengatakan kera-kera itu memang tinggal cukup dekat dengan lahan pertanian penduduk, namun sulit diusir sebab posisi huniannya berada di tebing-tebing sungai. “Ya posisinya sulit, masyarakat nggak ada yang berani ngejar,” kata dia.

    Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Agus Langgeng Basuki mengakui kesulitannya untuk mengendalikan kera ekor panjang itu. “Sampai sekarang kita juga nggak punya data konkret berapa jumlah populasinya,” kata dia.

    Penanganan gangguan kera ini, kata Langgeng, harus secara terpadu, dan lintas sektoral, serta melibatkan pihak provinsi. “Saya akan matur  ke Pak Bupati, bagaimana caranya penanganan ini bisa melibatkan provinsi,” kata dia.   



    Related Articles



    0 Comments

      1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next » | »»»
      Your Name :
      Your Email :
      Website :
      Message :
      Security Code : Security Code
      Type Code :
         

      Links Partner

      Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

      DPRD Kabupaten Kulon Progo

      Forum Binangun

      Wisata Alam Kalibiru