Sumber Daya Alam
Topografi Desa Sidoharjo bergelombang dan perbukitan dengan ketinggian 400 sampai 800 diatas permukaan air laut. Kondisi tanah berwarna kuning kecoklat-coklatanan, tekstur halus jenis latosol, tanah kapur dan sebagian bebatuan. Adapun curah hujan rata-rata per tahun 2000 - 2500 mml, iklim kering basah, suhu udara 23 C - 32 C. Wilayah Desa Sidoharjo terdiri dari 18 Pedukuhan yang dibagi menjadi tiga zona wilayah yaitu :
1. Wilayah atas yang terdiri-dari : Pedukuhan Nglambur, Pedukuhan Wonogiri, Pedukuhan Nyemani, Pedukuhan Madigondo dan Pedukuhan Wonotawang.
2. Wilayah tengah yang terdiri-dari : Pedukuhan Munggang Lor, Pedukuhan Munggang Wetan, Pedukuhan Gorolangu, Pedukuhan Tetes, Pedukuhan Sumoroto, pedukuhan Nungkep, dan Pedukuhan Tukmudal.
3. Wilayah bawah terdiri-dari : Pedukuhan Sulur, Pedukuhan Keweron, Pedukuhan Bleder, Pedukuhan Kedokan, Pedukuhan Sebo, dan Pedukuhan Gebang.
1. Bidang Pertanian, Kehutanan dan Hortikultura
Tanah yang ada di wilayah Desa Sidoharjo cukup baik dan subur, sangat cocok untuk tanaman perkebunan, kehutanan dan tanaman pangan. Tanaman perkebunan yang yang ada di Desa Sidoharjo meliputi tanaman cengkeh, kopi, kakao, panili, kemukus, melinjo, nilam. Pada dasarnya semua jenis tanaman perkebunan dapat tumbuh dengan baik tetapi yang paling dominan ditanam adalah tanaman cengkeh, kakao dan kopi karena dianggap lebih menguntungkan bagi masyarakat. Sedangkan untuk kehutanan dapat ditemukan tanaman jati, mahoni, albasia, sengon, asem, nangka, ringin, bibis, gayam, aren, dlingseng, dadap, lamtoro. Sedangkan tanaman hortikultura buah-buahan adalah mangga, rambutan, durian, duku, kokosan, langsep, alpokat, jeruk, klengkeng, pisang, manggis dan salak pondoh. Tanaman pangan yang ditanam warga Desa Sidoharjo meliputi tanaman padi, jagung, kacang tanah dan ketela pohon sedangkan hortikultura semusim tanaman cabai dan sayuran. Disamping itu masih ada tanaman empon-empon antara lain jahe, kencur, kunyit, bengkle.
2. Bidang Peternakan
Untuk sektor peternakan yang paling dominan adalah kambing, sapi dan unggas. Unggas yang dimaksud disini adalah ayam buras, bebek dan angsa. Untuk ayam buras hampir seluruh keluarga di Desa Sidoharjo memelihara ayam buras dan sebagian kecil memelihara bebek, merpati dan angsa. Memelihara ayam sudah menjadi tradisi bagi warga Desa Sidoharjo selain sebagai penambah penghasilan, yang paling utama adalah dalam rangka peningkatan gizi keluarga, walaupun dalam pemeliharaan masih dengan cara tradisional yaitu sistem umbaran sehingga belum dapat dibudidayakan secara maksimal karena keterbatasan warga dalam hal pengetahuan budidaya ayam buras.
Ternak kambing dan sapi juga menjadi usaha sambilan yang pokok bagi warga Desa Sidoharjo, hal ini berkaitan dengan melimpahnya hijauan makanan ternak ( hmt ) yang ada. Hijauan makanan ternak yang paling dominan adalah lamtoro, kleresede, andra, BB, kolonjono, kinggres, sataria disamping jenis hmt lain yang jumlahnya sangat melimpah. Untuk ternak kambing sudah ada KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang di fasilitasi oleh Dinas Sosial Propinsi DIY tahun 2006 dengan sistem perguliran bagi anggota baru. Ternak sapi maupun kambing berfungsi sebagai tabungan bagi biaya pendidikan ataupun tabungan disaat musim paceklik.
3. Bidang Perikanan Darat
Untuk sektor perikanan darat saat ini belum bisa dikembangkan secara maksimal meskipun masyarakat sidoharjo sangat berminat memelihara ikan. Minat tersebut terlihat dari banyaknya warga yang membuat kolamisasi dengan sistem deklit. Sistem kolamisasi dilaksanakan dengan cara berkelompok dan perorangan. Adapun jenis ikan yang dipelihara masyarakat adalah lele, bawal, gurameh, nila dan mujahir. Dalam mendukung perkembangan dari perikanan ini telah terbentuk POKDAKAN ( Kelompok Pembudidaya Ikan ) dibeberapa pedukuhan.
4. Sumber Daya Alam Lain
Desa Sidoharjo hampir sama dengan desa - desa lain di wilayah perbukitan menoreh, tetapi Desa Sidoharjo tentu memiliki keunikan tersendiri dibanding desa - desa lain mengingat geogarfis yang berbeda. Yang dimaksud sumber daya alam lain disini adalah sumber daya alam baik itu flora dan fauna yang belum di budidayakan warga tetapi keberadaanya tetap ada.
a. Flora
Aneka ragam flora di Desa Sidoharjo jumlahnya cukup banyak antara lain
Yang Berupa Pepohonan
Desa Sidoharjo merupakan Desa yang kaya akan aneka jenis pohon walaupun pohon langka juga mulai punah di Desa Sidoharjo, tetapi untuk saat ini masih dapat ditemukan banyak pohon antara lain : Sengon, asem, nangka, ringin, bibis, gayam, aren, dlingseng, dadap, lamtoro, duwet, pakel. Tanaman tersebut tumbuh secara liar dan sewaktu-waktu bisa punah. Untuk menghindari dari kepunahan usaha-usaha telah dilaksanakan salah satu caranya adalah sosialisai pada warga , penataaan dan penanaman kembali pohon-pohon tersebut mengingat fungsi dari pohon tersebut sebagai salah satu penahan erosi dan penyimpan air.
Yang Berupa Rumput-Rumputan
Ada bermacam-macam jenis yang kami anggap sebagai rumput-rumputan yaitu : Cocor bebek, alang-alang, purwo ceng, talas-talasan, pakis, cacingan, anggrek, lumut-lumutan, pupus kethek, watuan, sambiroto, brotowali dari jenis rumput-rumputan tersebut ada yang dapat dikategorikan sebagai tanaman hias dan bahan obat tradisional disamping itu masih banyak jenis-jenis lain yang belum terdata sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjud.
b. Fauna
Jenis Burung
Jenis dan jumlah yang ada saat ini sudah sangat berkurang jika dibandingkan dengan tahun 1970-an sampai tahun 1980-an, terutama untuk burung. Hal ini terjadi karena pemahaman yang kurang dari masyarakat banyak masyarakat yang berburu burung secara sembarangan tidak memperhatikan faktor kelestarian. Untuk jenis burung yang masih bisa ditemui di Desa Sidoharjo antara lain :
1. Ayam Hutan
Jumlahnya tidak banyak tetapi masih ada dan tetap berkembang biak di hutan-hutan
2. Burung Perkutut
Jumlahnya sangat sedikit dapat dikatakan hampir punah.
3. Burung Derkuku
Meskipun tidak sebanyak dulu tetapi dari segi jumlah cukup memadai
4. Burung Derkuku Hijau ( Masih ada )
5. Burung Kutilang
Jumlahnya tinggal Sedikit sekali
6. Burung Kuntul
Burung ini bersifat musiman dalam arti ketika petani sedang memulai menggarap sawah sampai masa tanam burung kuntul akan selalu muncul hal ini tentu berkaitan dengan proses mencari makan bagi burung itu sendiri.
7. Burung Elang
Jumlahnya minim, besar kemungkinan tidak menetap di wilayah Desa Sidoharjo
8. Burung Lain ( Prenjak, Emprit, Ciblek )
Jumlahnya masih sangat banyak, kecuali burung ciblek.
Jenis Binatang
Di samping yang berwujud burung di Desa Sidoharjo juga masih di temui dan kadang malah dianggap sebagai musuh oleh petani yaitu :
1. Kera Ekor Panjang
Mungkin jenis ini sudah sangat akrab dibenak kita, bahwa di Desa Sidoharjo menghadapi musuh khususnya bagi petani, berbagai usaha telah dilaksanakan untuk mengurangi jumlah tetapi sampai saat ini belum berhasil. Jumlahnya sangat banyak mencapai ratusan ekor dan manyerang lahan petani di 10 dari 18 Pedukuhan yaitu Tukmudal, Keweron, Gorolangu, Munggang Wetan, Munggang Lor, Madigondo, Wonogiri, Wonotawang, Nyemani dan Nglambur bahkan akhir tahun 2008 sudah merambah ke Pedukuhan Tetes.
2. Musang ( Luwak )
Jenis ini sering menyerang unggas, jumlahnya sudah tidak banyak.
3. Harimau
Meskipun Desa Sidoharjo tidak memiliki hutan yang lebat tetapi binatang ini juga sering diketemukan mengenai jumlah tidak dapat dipastikan. Harimau yang ada kebanyakan adalah harimau tutul dan jenis lain yang jumlahnya jauh lebih sedikit.
4. Garangan
Binatang ini menjadi musuh warga karena sering menyerang unggas, mengenai jumlahnya cukup banyak.
5. Trenggiling
Masih dapat ditemui tetapi mengenai jumlahnya belum dapat dipastikan
6. Menyawak ( ada )
7. Penyu ( ada dengan jumlah yang sedikit )
8. Berbagai jenis katak
Binatang melata ( tokek, kadal, menyawak, trenggiling )




