Sektor Usaha
Membicarakan sektor usaha di Desa Sidoharjo tentu harus dibedakan menjadi tiga bagian yaitu bentuk usaha, faktor pendukung usaha dan sektor penyedia keuangan.
1. Sektor Usaha Kecil.
Usaha ini dilakukan oleh warga masyarakat yang dikelola dalam skala kecil per rumah tangga sebagai usaha sambilan antara lain :
a. Slondok

Berupa makanan kecil dengan bahan dasar ketela pohon. Slondok yang diproduksi ada beberapa macam cita rasa yaitu manis, pedas, dan gurih. Makanan ini sangat cocok untuk oleh-oleh karena bisa tahan sampai 15 hari tanpa ada perubahan rasa. Slondok diproduksi oleh waraga Pedukuhan Wonogiri, Pedukuhan Madigondo, Pedukuhan Wonotawang, Pedukuhan Nungkep dan Pedukuhan Tukmudal.
b. Geblek

Sama halnya dengan slondok makanan ini juga berbahan dasar ketela pohon tetapi dengan bentuk yang berbeda. Geblek di Desa Sidoharjo ada dua jenis yaitu kering dan basah. Geblek juga sangat cocok untuk oleh-oleh terutama yang kering, sedangkan yang basah hanya tahan setengah hari. Untuk yang geblek basah masih dibagi menjadi dua jenis yaitu geblek basah biasa dan geblek pati ( sari ketela pohon ). Geblek diproduksi oleh warga Pedukuhan Gorolangu dan Sumoroto.
c. Tawonan ( Wuduk )

Makanan ini berbahan dasar jagung yang digiling halus. Ada dua rasa untuk makanan wuduk yaitu manis dan gurih dan tidak bisa bertahan lama. Makanan ini tidak dibuat setiap hari tergantung dari pesanan.
d. Dawet

Sama halnya dengan dawet-dawet dari daerah lain, di Sidoharjo hanya terdapat satu tempat yang membuat, itupun tidak rutin dan hanya dipasarkan pada waktu-waktu tertentu dalam skala kecil. Dawet diproduksi oleh warga Pedukuhan Tetes.
e. Tempe

Ada dua jenis tempe yang ditemukan yaitu tempe benguk dan tempe mlanding yang sering disebut sebagai besengek. Makanan ini sangat cocok dimakan bersama dengan geblek basah. Makanan ini diproduksi oleh Pedukuhan Tetes, Pedukuhan Sumoroto dan Pedukuhan Gorolangu. Disamping tempe benguk dan manding masih terdapat tempe kedelai yang jumlahnya jauh lebih banyak dan diproduksi hampir merata disetiap pedukuhan.
f. Gula Semut

Gula semut merupakan jenis makanan yang berfungsi sebagai pemanis minuman yang berbahan dasar seperti gula kelapa, hanya dalam proses pembuatannya sedikit berbeda. Kalau gula kelapa dalam proses akhirnya dimasukkan dalam suatu cetakan tertentu sehingga akan terbentuk sesuai cetakannya sedangkan untuk gula semut tetap dibiarkan dan diaduk sampai masak.Bentuk akhir dari gula semut adalah seperti gula pasir tetapi berwarna coklat. Gula semut ada dua cita rasa yaitu rasa manis biasa dan rasa jahe dan dapat disedu pada minuman panas dan dingin dengan tidak mengurangi cita rasanya. Gula semut diproduksi oleh warga Pedukuhan Nglambur. Disamping memproduksi gula semut sebagian warga Pedukuhan Nglambur juga memproduksi gula kelapa dan gula aren.
g. Kopi Bio Menoreh dan KJM ( Kopi Jahe Menoreh )

Kopi ini diproduksi oleh warga Pedukuhan Wonogiri. Madigondo, Nyemani dan Nglambur yang sudah di parking.
Kualitasnya cukup mendapat perhatian pemerintah kabupaten Kulonprogo untuk terus dikembangkan sehingga mendapat julukan "kopi biomenoreh" karena menggunakan 100% pupuk alami. Kopi yang paling banyak dibudidayakan adalah kopi jenis robusta.
h. Madu

Madu bunga kaliandra merupakan salah satu produk khas yang dikembangkan oleh warga setempat dusun Nglambur yang berasal dari bunga kaliandra.
Meskipun jumlahnya masih sangat minim madu ini dapat ditemukan di peternakan lebah warga Pedukuhan Nglambur, Pedukuhan Wonogiri dan Pedukuhan Madigondo.
i. Anyaman Bambu

Potensi bambu di dusun Nglambur dimanfaatkan warga setempat untuk membuat berbagai macam kerajinan anyaman bambu. Pengrajin anyaman bambu di dusun Nglambur tergabung dalam kelompok anyaman bambu dengan nama "Alang-alang Kumitir".
j. Gula Cetak

Gula cetak ini sama seperti gula semut, terbuat dari nira kelapa yang dimasak. Namun gula cetak ini bukan berbentuk serbuk dan memiliki variasi rasa seperti gula semut. Pembuatan gula cetak lebih cepat disbanding gula semut. Nira kelapa dimasak dan diolah kemudian dicetak dalam tempurung-tempurung kelapa, kemudian dibiarkan memadat.
k. Perkebunan Salak

Salak merupakan produk alam Desa Sidoharjo yang dibudidayakan oleh hampir semua warga Desa Sidoharjo, terutama di Dusun Nyemani. Jenis salak yang dibudidayakan adalah jenis salak pondoh. Kebun salak ini cukup berpotensi untuk dikembangkan sebagai kebun wisata petik sendiri. Salak dari Sidoharjo diakui lebih manis dari pada salak pondoh yang berasal dari daerah lain.
l. Perkebunan Cengkeh

Cengkeh merupakan hasil perkebunan utama yang ada di Desa Sidoharjo. Hampir semua pedukuhan yang ada di Desa Sidoharjo mengembangkan tanaman ini. Hasil cengkeh ini memiliki kualitas yang cukup berpotensi untuk bersaing di pasar.
2. Sektor Usaha Menengah Kecil.
Pertukangan
Untuk sektor pertukangan terdapat di Pedukuhan Kedokan, Pedukuhan Tukmudal, Pedukuhan Sumoroto, Pedukuhan Munggang Lor, Pedukuhan Madigondo dan Pedukuhan Wonogiri. Usaha yang dihasilkan ada beberapa macam antara lain meja, kursi, kusen, pintu, almari dan sebagia keci berbentuk kerajinan.
3. Faktor Pendukung Sektor Usaha
a. Pasar Desa
Di Desa Sidoharjo hanya terdapat satu pasar desa yang terletak diantara dua pedukuhan yaitu Pedukuhan Tetes dan Pedukuhan Gorolangu. Pasar Desa ini tidak setiap hari buka tetapi hanya bersifat pasaran yaitu wage dan legi itupun hanya pagi. Jenis dagangan yang disajikan hanya terbatas pada kebutuhan warga sehari-hari dan jual beli produksi pertanian. Makanan hasil usaha kecil seperti slondok, geblek, dawet, tempe, dawet dapat ditemukan disini.
b. Kios-Kios
Kios banyak tersebar di masing-masing Pedukuhan di wilayah Desa Sidoharjo. Kepemilikanya kebanyakan milik warga, dan sebagian kecil dimiliki oleh Pemerintah Desa.
c. Sumber Daya Manusia
Penduduk Desa Sidoharjo mayoritas adalah petani, disamping sebagai petani, petani Desa Sidoharjo tetap mempunyai ketrampilan-ketrampilan lain, misalnya pertukangan, kerajinan, kepandaian memasak dan lain-lainnya.
d. Sumber Daya Alam
Desa Sidoharjo merupakan desa yang kaya akan sumberdaya alam baik kehutanan, pertanian, hortikultura, dan sektor pertambangan. Khusus sektor pertambangan belum bisa ditangani secara maksimal dan berkesinambungan. Sektor pertambangan yang ada di Desa Sidoharjo yaitu mangaan yang terdapat di Pedukuhan Tetes, Pedukuhan Munggang Wetan, dan Pedukuhan Wonotawang.
4. Lembaga Penyedia Keuangan
Untuk lembaga keuangan di Desa Sidoharjo ada Lembaga Keuangan Desa ( LKD ). Lembaga ini berfungsi sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi antar lembaga keuangan ditingkat desa. Lembaga Keuangan Desa Sidoharjo antara lain:
a. Lembaga Keuangan Mikro Binangun ( LKM Binangun )
LKM Binangun Desa Sidoharjo Berdiri sejak tahun 2007 dengan modal awal Rp. 625.000.000 yang berfungsi sebagai salah satu penyedia modal bagi penduduk Sidoharjo. Disamping sebagai penyedia modal juga menerima uang dalam bentuk tabungan. Kinerja LKM Binangun sangat baik dan sangat membantu bagi permodalan bagi warga. Untuk saat ini LKM Binangun belum dapat memenuhi permintaan pinjaman bagi warga karena modal dari LKM Binangun yang sangat terbatas.
b. Mandiri Pangan
Merupakan Program penguatan modal dengan modal awal Rp. 100.000.000 tingkat bunga 1% per bulan dari Dinas Pertanian dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan ditingkat desa. Program ini baru berjalan diawal tahun 2009. Untuk Desa Sidoharjo terdapat empat pedukuhan yang masuk dalam program mandiri pangan yang mempunyai kegiatan yang berbeda. Pedukuhan Sebo untuk usaha di sektor, Pedukuhan Sulur untuk usaha di sektor ternak kambing PE, Pedukuhan Gorolangu untuk usaha perikanan darat, Pedukuhan Nglambur untuk usaha sektor ternak kambing PE.
c. PUAP ( Penguatan Usaha Agribisnis Perdesaan )
PUAP sebagai salah satu penyedia permodalan bagi warga Desa Sidoharjo dengan sistem bagi hasil. Untuk tahun 2009 sudah disalurkan dana Rp. 100.000.000 yang dimanfaat untuk modal peternakan yaitu ternak sapi,ternak kambing, slodok dan hortikultura.
5. Koperasi
Sektor koperasi terdapat dimasing-masing pedukuhan dengan kegiatan simpan pinjam. Koperasi tingkat dusun ini sangat membantu bagi warga karena proses administrasi yang sangat sederhana dengan proses yang sangat cepat. Bentuknya masih sangat sederhana dan belum berbadan hukum.




