Asal-usul nama Nglambur
Asal-usul nama Nglambur
Menurut sejarah purwo atau pewayangan, asal usul kata Nglambur bermula dari "nglembur"nya pembahasan perang Brontoyudo, antara Kurowo Ngestino dengan Satria Panolowo. Tempatnya berada di Nglarangan yang artinya tempat itu dilarang untuk siapa saja untuk masuk ke dalam, baik dari pembahasan perang sampai nglembur. Sehingga dari sinilah kata Nglambur berasal, di ambil dari kata "nglembur" yg berarti larut malam.
Sejarah kepemimpinan di dusun Nglambur ini juga telah berganti nama hingga 3 kali, yang terakhir yang sudah kita kenal saat ini yaitu dukuh. Secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Bekeh Nglambur
Bekeh merupakan nama pertama yang digunakan sebagai nama yang kita kenal saat ini yaitu "dukuh/dusun". Bekeh Nglambur pertama dipimpin oleh Wirojoyo hingga tahun 1911.
2. Prabot Nglambur 1
Pada tahun 1911 terjadi pergantian kepala dukuh yaitu dari Wirojoyo kepada Yoyokariyo, yang diikuti dengan berubahnya istilah "Bekeh" menjadi "Prabot". Yoyokariyo memimpin pedukuhan Nglambur selama 21 tahun (1911-1931).
3. Prabot Nglambur 2
Prabot Nglambur 2 selanjutnya dipimpin oleh Harjo Sayuti yang memimpin selama 15 tahun (sejak 1931-1946)
4. Dukuh Nglambur 1
Sejak tahun 1946 istilah "Prabot" berubah lagi menjadi "Dukuh/Dusun" yang seperti kita kenal saat ini. Dukuh Nglambur 1 dipimpin oleh Pawiro Suparjo dari tahun 1946-1991.
5. Dukuh Nglambur 2
Pedukuhan Nglambur dari tahun 1991 -sekarang dipimpin oleh Ngatijan. Pada saat ini sudah memimpin pedukuhan Nglambur selama 20 tahun.




